bangun tidur, kuterus mandi

Setiap pagi saya terbangun, tanpa beban pikiran apapun didalam kepala. Bangun tidur kuterus mandi, tidak lupa menggosok gigi. Begitu seterusnya setiap pagi.

Tapi tidak pagi ini. Tidak hari ini. Bangun tidur keterus berkaca, memandangi diri tanpa busana. Tanpa make-up yang setiap saat meriasi wajah saya, bahkan ketika sebelum tidur pun. Tanpa tameng yang selalu melindungi harga diri saya. Inilah saya.

Wajah saya polos tanpa olesan foundation atau taburan bedak. Tanpa krim malam yang tersisa, juga tanpa krim pagi yang seharusnya sudah teroles di wajah saya. Luka lebam di bawah mata yang menebal masih terasa sakit nyeri menyebar keseluruh urat wajah. Tapi tidak senyeri rasa di ulu hati saya. Tidak senyeri kenangan yang akan tersisa diotak saya. Tidak akan senyeri lemparan kata yang lepas dari mulutmu.

Perlahan kumelangkah kekamar mandi. Masih memar lebam yang kurasa saat meraih sabun mandi. Perih. Sakit. Rasa ingin mati. Buliran air shower yang menghujani tubuhku terasa amat dingin. Tapi kuhiraukan… terus kubasuh tubuhku… tak tahu lagi mana butiran air shower dan mana butiran air mata penahan perih..

Kembali kuberkaca. Dengan luka lebam yang sama… dengan rasa memar yang sama. Hanya saja dengan polesan foundation agak tebal. Dengan blush on pink dan shading bronze. Kembali kutersenyum seperti tidak ada sesuatu, saat kamu memasuki kamarku.

“Kamu siap sayang?”

“Iya..” Jawabku sambil tersenyum.

*12.35AM*

June 12, 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s