Men Vs. Baby

Akhir – akhir ini, teman – teman semasa SD dan SMP saya, mulai kembali untuk menyita waktu saya. Jangan diartikan negatif ya… karena maksud saya adalah positif. Sangat menyenangkan untuk dapat kembali bertemu, berbicara, bahkan mungkin mengenal lebih dekat (untuk kasus saya, networking). Yang pasti, phone book dalam handphone saya semakin penuh. Kami bercerita panjang lebar mengenai masa lalu. Kembali lagi, kalau bersama dengan teman-teman saya yang notabene adalah perempuan, perbincangannya pasti mengenai pria pada saat itu. Hahahaa… saya jadi walking down the memory lane lagi.

Satu hal perbedaan yang saya rasakan antara zaman dulu dan sekarang adalah kriteria pria seksi. Buat saya, dulu, pria dalam kategori seksi adalah Pemain Basket. Postur tubuh tinggi dan atletis, warna kulit tidak masalah, yang penting tahu sekali bagaimana memasukkan bola kedalam keranjang basket. Wuiiiihhh… mata saya pasti tidak pernah lepas dari tipe pria-pria tersebut. Jadi ingat semasa SMP, saya pernah naksir kakak kelas saya. Kebetulan lapangan basket letaknya tepat didepan kelas saya. Ketika pelajaran sejarah, yang kebetulan guru sejarah saya saat itu juga amat membosankan, tidak sengaja melihat salah satu kakak kelas sedang berlatih basket. Entah kenapa, saat itu sepertinya saya melihat kakak kelas sepertinya bersinar (agak lebayyy yaa..). Tapi itu yang saya rasakan. Mata saya benar-benar tidak bisa lepas dari kakak kelas itu. Dengan kulit sawo matang, tinggi, badan atletis, (didlm kepala saya) dia melompat seakan – akan terbang dan bersinar. Hahaha… saking fokusnya melihat kakak kelas, saya sampai tidak sadar kalau Bapak Guru Sejarah sudah menegur saya dan akhirnya melempar saya dengan kapur tulis.

Tapi itu zaman dulu. Semakin saya berjalan (secara umur dan harfiah), kriteria pria seksi, untuk saya, juga semakin berubah. Semenjak saya memasuki dunia kerja, pria dengan wawasan luas serta humoris sangat seksi menurut saya. Terutama yang bisa melemparkan lelucon – lelucon sarkastik. Tetapi, akhir – akhir ini, saya sangat suka melihat pria yang sedang menjaga anak (anak – anak)nya. Tentu saja tanpa kehadiran sang Ibu. Hahaha.. don’t get me wrong. Bukannya saya mau merebut perhatian mereka lho, so ladies don’t you worry about a thing from me, if you have that kind of man.

Secara tidak sengaja, saya melewati seorang pria yang sedang duduk disalah satu coffee shop faforit saya. Pria tersebut duduk dengan sebuah laptop dimeja, serta anak laki – laki berusia, kira – kira, 5th disampingnya. Awalnya saya hanya tersenyum melihat keduanya bercengkerama. Maniiis sekali, itu pikir saya. Setelah saya mendapatkan pesanan minuman saya, sekali lagi, tidak sengaja saya menoleh ke arah pria tersebut. Pria tadi sedang mengajarkan anak laki-lakinya yang hampir putus asa karena tidak kunjung menang dalam sebuah game yang terdapat dilaptopnya. Entahlah, saat itu saya merasa, pria tersebut amat sangat seksi sekali. Peringkat Brad Pitt dan Coky Sitohang pun langsung mangalami degradasi dalam daftar saya. And that man is officially one of the sexiest man alive, according to my list.

Pernah juga pada suatu waktu, saya melihat seorang pria yang memiliki postur tubuh atletis, kulit sawo matang, mengenakan kemeja flanel dan jeans, sedang menggendong anak perempuannya sambil memasuki salah satu toko mainan anak – anak. Dan tebak apa yang dia lakukan? Dia mengikuti ke setiap sudut dari toko mainan tersebut, hanya untuk menemani anaknya memilih sebuah boneka. Entah apa yang ada didalam pikirannya saat itu, tetapi kelihatannya dia sangat menikmati waktu memilih boneka bersama anaknya (walaupun saat itu mungkin juga ada perasaan malu). Untungnya saat itu dia tidak melihat bahwa saya sedang memperhatikannya.

Entah apa yang terjadi dengan saya, tetapi sejak saat itu, saya lebih sering memperhatikan pria – pria yang, literally, menjaga atau baby sitting anaknya. Ada sesuatu dari mereka, yang menurut saya sangat seksi. Tanpa melihat bentuk fisik dari para pria tersebut yaa.. aura mereka sangat berbeda. Amat berbeda dengan aura perempuan hamil ataupun ibu dengan anaknya. Bagi saya, tampak lebih hidup dan bersemangat. Mungkin apa yang disebut dengan aura ‘kebapak-an’ lebih muncul disaat mereka bersama dengan anak-anak mereka. Sesuatu yang berbeda, dari semua sifat laki-laki yang tertulis didalam semua buku ataupun majalah perempuan. Somehow, I just can see a different side of men. To me, they seem to let all of their true feelings shown.

Pernah saya membicarakan ini dengan teman-teman perempuan lain. Ada beberapa yang beranggapan sama dengan saya. Men with children bonding are just sooo sexy. Ada juga beberapa yang menilai, tergantung dari fisiknya si pria tersebut juga. Tetapi garis merahnya, teman-teman saya yang menilai dari fisik pun setuju, bahwa pria yang sedang menjaga anaknya sangat seksi.

So men, especially my dearest already a Daddy and soon to be Daddy friends, taking your children to a toyshop and pick a toy/doll with them is very sexy. It’s not an unman thing to do. Karena kami, perempuan kebanyakan, melihatnya sebagai sesuatu yang alami. Bahkan sesuatu yang bisa membuat kami melihat sisi kaum Adam, dari perspektif yang berbeda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s