resolusi

“Umur tidak melambangkan apa-apa, kecuali sekumpulan definisi dan generalisasi yang diciptakan orang untuk topik obrolan debat dan diskusi media”

“Orang menciptakan ide kecil tentang umur supaya ada bahan untuk mereka menulis buku Self-help, memasukkan komentar tolol di kartu ulang tahun, menciptakan nama untuk digunakan di chat room Internet, dan sebagai alasan untuk membenarkan berbagai krisis yang terjadi dalam hidup mereka”

Kalimat yang membuat saya tertegun hari ini. Yuupp… Where Rainbows End by Cecilia Ahern. Karena membaca terjemahannya, jadi yang saya tulis adalah dalam Bahasa Indonesia. Semua orang atau setidaknya orang-orang terdekat yang saya kenal, berusaha untuk menjadikan umur sebagai salah satu patokan dalam hidup. Setiap akhir tahun pasti akan selalu ada sebuah resolusi atau setidaknya rencana resolusi untuk tahun berikutnya.

Saya juga selalu begitu. Setiap akhir tahun selalu saja ada beberapa resolusi untuk tahun berikutnya. Semua kegagalan ditahun yang lalu, kalau bisa tidak diulangi kembali ditahun berikutnya. Kalau saya menyebutnya sebagai jalan untuk menjadi dewasa dan pengampunan dosa. Walaupun pada kenyataannya, kesalahan yang sama pasti akan saya lakukan lagi dan selanjutnya akan menjadi salah satu point resolusi yang sama untuk tahun berikutnya.

Resolusi yang seharusnya menajdi sebuah harapan dan semangat terkadang tidak menjadi seperti yang seharusnya. Banyak orang yang lupa akan resolusinya setelah menghadapi sebuah masalah dan tidak tahu harus bagaimana (walaupun banyak juga lho, orang yang konsisten dengan resolusinya). Padahal masalah yang dihadapi adalah masalah yang sama seperti tahun kemarin, hanya saja dalam konteks kalimat yang berbeda.

Saya juga salah satu orang yang lupa. Resolusi hanya menjadi sebuah resolusi. Hanya tertulis dalam sebuah kertas, diary, notebook, bahkan blog. Tapi pelaksanaannya… bisa dibilang hampir nihil. Alasan yang sama dan selalu dibuat adalah ternyata tahun ini meleset dari rencanalah, tidak segampang yang dipikirkanlah, kesempatannya tidak datanglah, etc.

Percaya deh saya juga begitu, setidaknya sampai tahun kemarin. Yaa… tahun 2007 akhir memang sempat ada satu kejadian yang amat sangat merubah hidup saya. Tidak hanya hidup, tetapi juga cara berfikir saya. Menulis resolusi dalam agenda, merupakan salah satu kebiasaan yang tidak bisa hilang. Setelah menuliskannya didalam agenda saya, ada beberapa point yang saya stabilokan. Karena sejak beberapa tahun yang lalu, resolusi ini selalu masuk dalam agenda saya dan tidak pernah ada resolusi secara harfiah. Terlintas dalam benak saya, untuk mengakhiri resolusi ini secepatnya. Jadilah pada saat yang bersamaan, saya membuat rencana kehidupan untuk menghapus resolusi tersebut dan mencegahnya masuk kembali kedalam resolusi tahun depannya. Sekarang hampir satu tahun berlalu, saya dengan bangga bisa menghilangkan resolusi tersebut.

Saya mencoba untuk tidak menyalahkan keadaan yang terjadi. Berusaha semampu saya, untuk mencari alternatif lain dalam melaksanakan resolusi tersebut. Kalau tidak berhasil, saya juga dengan bangga mengatakan bahwa SAYA GAGAL. Hahaha… agak susah mengakui hal tersebut. Apalagi untuk seseorang yang amat egois seperti saya. Tapi harus saya biasakan.

Sekarang saya sedang memikirkan resolusi apa yang harus saya capai tahun 2009. Orang juga berkata, bahwa umur itu singkat jadi gunakanlah sebaik-baiknya. Saya juga dulu berfikir seperti itu. Sekarang saya menyadari bahwa umur akan terus berjalan. Tidak akan ada perubahan kalau kita tidak merubahnya. Saya akan terus menjadi saya yang egois, sampai berapapun umur saya kalau tidak dirubah. Jadi daripada khawatir mengenai singkatnya umur, lebih baik saya nikmati setiap detiknya.

Dec 29, 2008

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s