Si laki – laki dan Si perempuan

Tanpa pikir panjang, komentar laki-laki itu langsung dijawab dengan penuh emosi. Iya.. laki – laki yang menurut perempuan itu adalah orang yang telah menyakitinya, padahal perempuan itu merasa telah memberikan segalanya. Bahkan sampai sekarang, perempuan itu bingung dengan semua kata – kata yang pernah diucapkan oleh laki – laki itu. Apakah itu benar…??

Setelah menjawab komentar tersebut, tidak lama kemudian perempuan itu menyesal. Hanya saja, kata – kata telah terlontar dari mulut kecilnya dan andai saja bisa ditarik kembali. Tapi sayangnya, tidak bisa. Tidak akan ada yang bisa. Satu hal didalam pikiran perempuan tersebut, hanucurlah semua tembok dan benteng yang telah dibangun.

Si laki – laki terus membela dan meminta maaf. Si perempuan seperti menyerah dan memintanya untuk pergi dan tidak kembali lagi.

Mungkin lebih baik begini, pikir si perempuan sambil berusaha membangun kembali tembok serta benteng dari puing – puing yang telah hancur dan kepercayaan orang lain yang datang padanya.

2 thoughts on “Si laki – laki dan Si perempuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s