secangkir kopi dan organ tubuh saya

Kalau hanya dengan satu cangkir kemudian dahaga saya terpenuhi, maka hilanglah semua kenikmatan yang saya inginkan. Tetapi masalahnya, saya menginginkan tidak hanya satu, tetapi dua bahkan tiga cangkir dalam sehari. Bisa jadi lebih. Tapi bukan berarti saya menjadi adiktif.

Hanya dengan menghirup aromanya, aliran darah saya mulai mengalir dengan cepat. Apalagi ketika mulut saya mulai menyentuh cangkir motif bunga – bunga ini. Saya selalu tak tahan untuk langsung menenggaknya hingga cairan hitam didalamnya habis. Tapi pasti kenikmatannya akan langsung hilang, walau membekas dirongga mulut dan tenggorokan sampai meninggalkan nyeri dihati.

Makanya, saya harus meminumnya perlahan. Tanpa tekanan. Agar terasa sampai sepatnya.

Kemudian cairan hitam itu mulai masuk kedalam mulut saya. Bersentuhan dengan lidah yang memang menunggu untuk mengantarkan kenikmatan itu keotak. Syaraf-syaraf disekujur lidah mulai menggeliat. Hmmm….kalau saja semua orang bisa mengerti letak kenikmatan ini, pasti tidak akan menjadi dosa bagi penganut maag.

Cairan hitam tidak hanya berhenti didalam mulut dan menggoda lidah. Dia terus bergerilya masuk kedalam tenggorokan. Hangat. Nikmat. Setiap tetes yang membasahi tenggorokan, memberikan kesan yang luar biasa. Dan tentu saja, tidak sia-sia.

Saya harus menarik nafas sejenak. Sebelum melanjutkan hirupan berikutnya. Hhhhhhh…ada yang mau mencoba kopi dengan saya?

miss.wawa

2 thoughts on “secangkir kopi dan organ tubuh saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s