T A T O

Cintaku seperti tato katamu.
Masa? Tanyaku dalam hati.
Memang aku punya tato berbentuk hati Di atas payudara sebelah kanan dan tepat di perut bagian bawah. Tengah lagi.
Yang di atas payudara sebelah kanan kubuat permanen, sementara yang dibagian perut kubuat sementara. Agak capek memang, harus menggantinya dengan yang baru lagi setiap tiga bulan sekali.

Tetapi bukan berarti cintaku seperti tato. Tapi tunggu dulu. Ada dua jenis tato. Permanen dan tidak permanen. Yang mana maksudmu? Tapi tidak ah, tidak penting. Yang manapun, aku tidak mau dibilang bahwa cintaku seperti tato.

Kalau cintaku seperti tato permanen, kamu tetap bisa terganti, walau tidak terhapus sempurna. Pasti masih ada sisa warnanya. Hanya saja sisa tersebut bisa kurubah menjadi gambar yang lain. Tetapi kamu? Kamu tidak bisa diganti dengan yang lain. Karena didalam tubuhku sudah mengalir darahmu, seperti didalam tubuhmu sudah mengalir darahku. Jadi kita berdua tidak bisa tergantikan oleh siapapun.

Kalau cintaku seperti tato sementara sama saja kamu bisa diganti dengan mudahnya. Seperti membalikkan telapak tangan. Padahal tidak begitu kenyataannya. Bukannya mudah menggantikan kamu. Susah. Walau rasanya sudah muak.

Intinya cintaku bukan seperti tato yang kamu tuduhkan. Bukan bersifat sementara ataupun permanen yang bisa dihapus. Itu semua hanya pikiranmu saja. Walau aku sudah tiada pun, selalu kubawa cintaku untuk kamu. Kamu pun akan selalu merasakanku.

Jadi, kata siapa cintaku seperti tato?

3 thoughts on “T A T O

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s