surat cinta untuk kota

Kujalani kehidupan setiap hari bukan untuk tertabrak dan kemudian mati. Bukan juga untuk hanya berjalan dalam gerumulan asap yang membumbung tinggi. Ataupun menikmati antrian mobil ditengah malam dalam kelam. Lebih dari itu rasanya..

Saya suka menikmati pagi. Dengan berisik dari klakson mobil serta keringat bercucuran. Sistem pembuangan kata mereka, walau harus lusuh ketempat kerja. Tidak apa, saya masih sempat untuk ke toilet dan berdandan. Selama tidak kehujanan ditengah jalan.

Saya suka menikmati siang. Dengan suasana angin dan cuaca tidak menentu. Kadang besahabat dengan baju saya, terkadang juga tidak. Tetapi saya tidak perduli, selama kaki saya masih berjalan dengan lantang.

Saya suka menikmati sore. Dengan warna senja dan hembusan angin bercampur karbon. Duduk di tepi jalan terasa amat leluasa. Walaupun harus menggunakan penutup hidung dengan seksama.

Ketika malam datang, air dan sabun yang akan menyegarkan tubuh saya. Juga otak dan jiwa. Dengan dibalut sehelai kain atau tidak sama sekali, saya akan kembali esok hari untuk kembali mencintai hari.

3 thoughts on “surat cinta untuk kota

  1. Rutinitas ini indah sekali ….
    pagi,….siang,….sore,…malam….

    fajar,…matahari,….ufuk,….bulan dan bintang,……
    sahabat ini selalu menyapa dengan ramah,……

    mendung,…gerimis,….hujan,…. terasa menandakan sesuatu,….

    Pagi yang cerah….mengawali rutinitas yang indah ini….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s