hey…ayo lihat kesini

Hey lihat kesini..
Saya sedang berdiri
Bersama mereka yang mengemis
Hanya untuk sesuap nasi

Iya…lihat kesini
Ke tempat saya berdiri
Dimana kaki kaki mereka tertatih
Hanya untuk mengantri sembako agar tidak mati

Tunggu..jangan berpaling dari sini
Ditempat saya memilih untuk berdiri
Agar dapat melihat mereka dengan kasat mata
Untuk mengais kehidupan didalam kehidupan

Iya….saya berdiri disini
Bukan untuk dikasihani
Bukan juga untuk diberikan empati
Hanya harapan, semoga kamu mengerti

gincu

Kupoles bibirku dengan gincu
Kurapatkan bibir atas dan bawah
Agar warnanya merata
Agar kamu semakin ingin mencumbuku

Kuperhatikan bibir mungil dikaca
Hmm…warnanya seperti kurang menyala
Sehelai tissue mendapatkan kenikmatan terlebih dulu dengan bibirku daripada kamu
Tetapi tidak mengurangi tugasnya untuk meredupkan warna dibibir mungilku

Kupoles gincu sekali lagi..
Warna merah merekah sudah kudapatkan
Tinggal menunggu kamu yang akan membelah bibirku dengan lidah yang bergairah
Seperti malam-malam sebelumnya
Didalam mimpi..

irama keyboard

beberapa hentakan di atas keyboard membuat nada irama tersendiri

walau tidak teratur dan sedikit ngawur, iramanya tetap terdengar merdu dilubang telinga

senyum sungging diwajah saya amat kentara

apalagi ketika tumpukan kertas berkurang walau sedikit demi sedikit

buku yang terbuka tanpa kata sandi hampir sampai ke halaman terakhir

sesekali beberapa teguk kopi yang sudah dingin membasahi tenggorokan saya

atau setidaknya memberikan sedikit waktu untuk menghindar dari penat

tidak sabar sungguh saya tidak sabar

untuk menyelesaikan ini dan berakhir..

agar saya segera pergi dan menemui kekasih hati yang telah menunggu dari tadi