hampir 4 jam

03.35PM:
‘Maaf, sudah lama saya tidak menghubungimu. Kehidupan saya tenggelam dengan tugas-tugas ini.’

‘Kamu baik-baik saja? Apa kabarmu?’

‘Masih ada beberapa tugas, tetapi setelah itu saya bisa istirahat sejenak dari tugas kuliah. Walau hanya sejenak, lumayanlah.’

Pesan – pesan singkat itu terlihat notifikasinya dilayar telepon seluler saya, tetapi ragu untuk menjawabnya. Selain bingung mau menjawab apa, saya juga sedang ditengah sebuah pertemuan keluarga.

4.55PM:
‘Hey, saya baik-baik saja. Sedikit sibuk, tetapi masih bisa dihandle.’

‘Hahahaaa, tidak apa-apa, saya mengerti. Bukan S2 namanya, kalau tidak menenggelamkan waktu dan otak.’

5.00PM:
‘LOL.’

‘Kamu benar. Ada hikmahnya. Ada hikmahnya.’

‘Kemarin saya baru selesai ujian. Masih ada beberapa tugas lagi yang menunggu. Kemarin saja selesai jam setengah dua pagi. Kemudian jam enam pagi, saya harus mulai lagi. Kan, sekali lagi kamu benar. Harus menenggelamkan saya dan otak.’

05.20PM:
‘Hahahhaa…tetapi setidaknya kamu masih bisa tertawa pada lelucon S2 saya.’

05.22PM:
‘Kalau tidak tertawa, pasti saya menangis. LOL.’

05.35PM:
‘Jangan khawatir, saya punya sekotak tisue.’

05.36PM:
‘Saya tau kegunaan lain dari tisue.’

05.40PM:
‘Keringat? Cheeky.’

05.40PM:
‘LOL. Saya tertawa lagi.’

05.49PM:
‘Kali ini saya akan kirim tagihan dari terapi tertawa.’

05.49PM:
‘Kirim saja. Karena sekarang saya harus kembali belajar.’

‘Be good.’

‘Dalam seminggu, walau hanya sejenak, saya butuh lebih dari sekedar terapi tertawa melalui text.’

08.00PM:
‘Sekarang saya hanya bisa memberi itu. Dan tidak lebih dari itu nantinya.’

08.00PM:
(status: sedang menulis)

08.15PM:
‘Baiklah.’

Dia lulus. Akhirnya.

f a t e

Sometimes fate is like a small sandstorm that keeps changing directions. You change direction but the sandstorm chases you. You turn again, but the storm adjusts. Over and over you play this out, like some ominous dance with death just before dawn. Why? Because this storm isn’t something that blew in from far away, something that has nothing to do with you. This storm is you. Something inside of you. So all you can do is give in to it, step right inside the storm, closing your eyes and plugging up your ears so the sand doesn’t get in, and walk through it, step by step. There’s no sun there, no moon, no direction, no sense of time. Just fine white sand swirling up into the sky like pulverized bones. That’s the kind of sandstorm you need to imagine.

An you really will have to make it through that violent, metaphysical, symbolic storm. No matter how metaphysical or symbolic it might be, make no mistake about it: it will cut through flesh like a thousand razor blades. People will bleed there, and you will bleed too. Hot, red blood. You’ll catch that blood in your hands, your own blood and the blood of others.

And once the storm is over you won’t remember how you made it through, how you managed to survive. You won’t even be sure, in fact, whether the storm is really over. But one thing is certain. When you come out of the storm you won’t be the same person who walked in. That’s what this storm’s all about.

Kafka on the shore ~ Haruki Murakami

puzzle

Bits and pieces, am no good at puzzle
Seek every meaning of it, said I lost the picture
Watch and let things arranged while am a verdict of deaf
Absorbing and sensing each piece seems to fail its content
Hard effort is meaningless though it means to be in the same level